Misteri Bulan Gelap Pada 1110 Tahun Lalu Kini Terungkap

Faiz Mustafa

Bulan yang dikatakan pernah menghilang dari langit bumi pada 1110 tahun lalu. Setelah hampir satu milenium, ilmuwan mulai mendapat titik terang dari penyebab fenomena tersebut. Para penyelidik dari University of Geneva, Swiss, mencuba menguraikan peristiwa tersebut yang mengungkapkan fenomena alam di masa itu, iaitu wujudnya pergolakan besar yang terjadi di atmosfera bumi, seperti dipetik dari Science Alert. Peristiwa itu digambarkan dengan munculnya awan besar yang kaya akan zarah sulfur yang mengalir di seluruh lapisan stratosfer. Zarah tersebut mengubah langit menjadi gelap selama berbulan- bulan atau bahkan bertahun-tahun, sebelum akhirnya jatuh ke bumi.

Analisis ini terungkap dari penelitian yang dilakukan para penyelidik dengan menggerudi dan meneliti lapisan inti ais, iaitu sample yang diambil dari lapisan ais. Lapisan tersebut telah menangkap dan memerangkap aerosol belerang yang dihasilkan oleh letusan gunung berapi yang mencapai lapisan stratosfer dan mengendap kembali di permukaan Bumi. Dapat disimpulkan bahawa ternyata ais dapat melestarikan bukti volkanisme dalam rentang waktu yang sangat lama. Kendatipun begitu, untuk memastikan tanggal yang tepat saat peristiwa dari jejak di lapisan ais masih sangat rumit. Para ilmuwan bahawa mengjangka deposit belerang ditinggalkan oleh letusan besar gunung berapi yang dilepaskan oleh Hekla Islandia pada tahun 1104, gunung yang juga disebut sebagai ‘Gateaway to hell’.

Dalam sebuah penelitian yang disiarkan beberapa tahun yang lalu, dapat disimpulkan bahawa skala waktu yang disebut dengan Kronologi Inti Ais Greenland 2005 (GICC05) meleset hingga 7 tahun pada milenium pertama masihi dan meleset 4 tahun di awal milenium berikutnya. Menurut penelitian yang dilakukan ahli paleoklimatologi Sébastien Guillet dari University of Geneva, Swiss, dan disiarkan pada April 2020 lalu, temuan tersebut mengindikasikan bahawa Gunung Hekla Islandia tidak mungkin menjadi penyebab signal kuat dari letusan sulfat besar tersebut. “Penemuan penting yang muncul dari pecahan inti ais yang disemak semula ini adalah signal volkanik bipolar besar dan yang hingga ini tidak dikenal dengan pengendapan sulfat yang dimulakan pada akhir 1108 atau awal 1109 M, dan bertahan hingga awal 1113 M dalam catatan Greenland,” jelas Guillet dan tim penelitinya dalam majalah mereka.

Dokumentari gerhana bulan abad pertengahan

Untuk menyelidik lebih dalam dari jejak kuno ini, temm peneliti mengkaji dokumentari sejarah untuk mencari catatan abad pertengahan tentang gerhana bulan yang kelihatan pelik dan gelap yang mungkin sesuai dengan kabus stratosfer utama dalam peristiwa letusan tersebut. Penyelidik menyatakan bahawa fenomena optik atmosfer yang hebat itu berkait dengan aerosol volkanik data tinggi telah menarik perhatian para penulis sejarah sejak zaman kuno. “Secara khusus, kecerahan gerhana bulan yang dilaporkan dapat digunakan baik untuk mengesan aerosol volkanik di stratosfer dan untuk mengukur kedalaman optik stratosfer setelah letusan besar,” tulis mereka.

Catatan NASA berdasarkan pengiraan berulang astronomi, terdapat tujuh gerhana bulan secara keseluruhan yang akan kelihatan di langit Eropah dalam 20 tahun pertama di milenium terakhir, antara tahun 1100 dan 1120 Masehi. Salah satu catatan mengungkapkan adanya fenomena gerhana bulan yang terjadi pada Mei 1100 M, yang dikatakan peristiwa itu menyebabkan kegelapan yang luar biasa di bumi. “Pada malam kelima di bulan Mei muncul bulan yang bersinar terang di malam hari, kemudian sedikit demi sedikit cahayanya berkurang. Sehingga malam tiba, sinarnya nampak benar-benar padam, apapun tidak terlihat,” tulis seorang pemerhati di Peterborough Chronicle. Sejak saat itu, peristiwa gerhana bulan yang sangat gelap dan misteri itu menjadi perbahasan pelik para astronomi.

Berabad-abad kemudian, astronomi Inggris, Georges Frederick Chambers menulis, “Jelaslah bahawa (gerhana) ini adalah contoh gerhana ‘hitam’, sebaliknya bersinar dengan rona tembaga, bulan menjadi sangat tidak kelihatan,” tulisnya. Peristiwa gerhana bulan tergelap yang pernah terjadi itu menjadi fenomena terkenal dalam sejarah astronomi. Namun begitu, selama ini tidak ada astronomi yang tahu penyebab gerhana bulan total tersebut sebagai akibat dari aerosol volkanik yang terjadi di lapisan stratosfer. Meskipun dalam kajian baru menunjukkan kemungkinan aerosol ini menjadi penyebabnya. Kajiam tentang penyebab hilangnya bulan pada satu milenium lalu itu telah disiarkan dalam jurnal Scientific Reports.

Sumber- Science alert