Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia sekali lagi mengalami letusan pada hari ini (3/12), pagi tadi. Tinggi lajur abu didapati sekitar 200 meter di atas puncak. Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berada di Pos Pengamatan Gunung api Ili Lewotolok, letusan terjadi pada pukul 03.54 waktu setempat.
Lajur abu yang diperhatikan berwarna kelabu dengan intensiti tebal condong ke arah barat. Letusan gunung dengan ketinggian 1.623 meter di atas permukaan laut, terakam di seismogram dengan amplitud 5 mm dan dengan jangka masa 25 saat. “Letusan disertai ngauman sayup dan sinar api kurang lebih 20 meter di atas puncak kawah,” tulis Anselmus Bobyson Lamanepa dalam laporan yang juga disiarkan di BNPB hari ini (3/12).
Berdasarkan data 2 Desember 2002, pukul 22.00 waktu Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata melaporkan jumlah penduduk yang telah dipindahkan sebanyak 7.968. Ianya bertaburan di 19 kawasan penampungan dan rumah-rumah penduduk.
Menyikap pengendalian darurat letusan Gunung Ili Lewotolok, Pemerintah Kabupaten Lembata menetapkan status tindak balas darurat selama 14 hari, bermula dari 29 November 2020 hingga 12 Desember 2020. Penetapan ini terkandung di dalam Surat Keputusan Bupati Lembata 610 Tahun 2020, tanggal 30 November 2020.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memberikan dan memonitor bantuan memantau kawasan yang mengalami darurat. Ketua BNPB Doni Monardo telah melakukan kunjungan ke Kabupaten Lembata untuk melihat langsung dan memberikan arahan dalam menguruskan darurat, khususnya di masa pandemik Covid-19.
Gunung Ili Lewotolok mengalami letusan pada Isnin lalu (30/11) sekitar pukul 08.33 waktu tempatan. Tinggi lajur didapati 1.400 meter di atas puncak. Volkanik masih lagi aktif hingga ke hari ini, Khamis (3/12). Status gunung api berada pada level III atau ‘Berjaga-jaga.’
PVMBG menyarankan masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung, pendaki atau pelancong agar tidak berada, tidak melakukan pendakian ataupun aktiviti dalam zon bahaya di dalam kawasan kawah gunung dan seluruh area dalam radius 4 km dari puncak Gunung Ili Lewotolok.
Sumber- CNNindonesia